Selasa, 24 Januari 2012
TEKNIK SIPIL Online: SPESIFIKASI TEKNIS DAK REHABILITASI GEDUNG SEKOLAN...
TEKNIK SIPIL Online: SPESIFIKASI TEKNIS DAK REHABILITASI GEDUNG SEKOLAN...: STANDAR/SPESIFIKASI TEKNIS PEMBANGUNAN/REHABILITASI GEDUNG SEKOLAH A. Peraturan Teknis Bangunan yang ...
Jumat, 23 Desember 2011
Natal tak selalu harus dirayakan dengan meriah dan penuh semarak, karena kisah natal diawali di Betlehem yang sunyi.
Natal tak harus dirayakan dengan kemewahan, karena natal yang pertama dirayakan dengan penuh kesederhanaan.
Pohon terang memang indah,karna kerlap kerlip lampu hias dan aksesoris yang bergantungan membuat natal menjadi begitu hidup, tapi apa artinya semuanya itu kalau kerlap kerlip pohon terang itu tak mampu menyinari hati kita yang gelap?
Anak kecil selalu memiliki ekspresi yang mencengangkan dalam menyambut natal. Tak pernah mereka menyambutnya biasa-biasa saja, mereka selalu takjub dengan natal. Takjub dengan indahnya pohon terang disertai sejumlah kado dibawahnya. Takjub dengan lagu-lagu natal yang ceria. Semuanya tampak sedemikian indah. Masihkah kita juga memiliki rasa takjub dengan natal? Takjub akan pengorbanan Tuhan. Takjub akan kerendahan hati Sang Mesias. Takjub akan ketaatan Yusuf dan Maria. Takjub akan kesederhanaan para gembala. Takjub akan tekad para Majus untuk melihat Raja yang baru lahir.
Alangkah indahnya kalau kita bisa kembali kepada natal yang pertama. Merasakan natal dalam kesunyian, membuat jiwa kita lebih peka dengan suaraNya. Merasakan natal dalam kesederhanaan, menggugah empati kita terhadap sesama yang hidup dalam kekurangan, yang dilanda bencana atau yang sedang dirundung kesedihan. Merasakan natal dalam hembusan damai, mengusir jiwa yang gelisah dan galau.
Kita bertemu di dunia maya dan menjadi sahabat di dunia maya juga,oleh karna itu kita tak bisa berjabat tangan sebagai tanda persahatan selayaknya sahabat yang selalu berada di samping kita,maka lewat pesan singkat inilah
Saya Awa Mansuetus Mengucapkan
Selamat Hari Natal 25 Desember 2011
Dan
Tahun Baru 01 Januari 2012
Salam Damai Buat Kita Semuanya
Tuhan Memberkati Dimanapun Kita Berada.
Selasa, 16 Agustus 2011
ILUSI
BY Awa Manusetus
Ada rindu untukmu,disaat malam kian pekat...
Ada sesal mendayu saat malam beranjak pergi.....
tiba dipersimpangan...
kembali.... atau...raib....
keteguhan mulai bergoyang....
seirama detak - detak waktu berlalu...
namun aku masih di sini...
di tempat ini....
di sudut penantian...........
aku tlah lelah...
memerangi keinginanku.....
aku tak kuasa melangkah...
takdir....
mungkin tlah mendekat......
samar kulihat kegelapan dipelupuk keteguhanku....
aku ingin mati muda.......!!!!!!
sebab generasi baru tak boleh kotor.....!!!
JERITAN KEMISKINAN
berkaca di keruhnya air,
yg ada seringai buas dosa mengancam,
riaknya menghujat yg namanya damai..
itu kubangan yg ada hanya darah dan air mata
seribu nasib dalam satu genggaman...
saat terbuka, disapu angin tak berbekas....
jutaan tangis merana....
menangkap waktu, menanti jawab....
itu langit....
itu bumi....
setengah kami tertidur pulas.....
membawa lapar, membawa dahaga...
ke dalam mimpi...yg selalu mendesing....
hari - hari...satu - satu.....
satu mayat...mungkin sejuta....tergeletak...
karena mengiba..
karena meminta......
tak di beri lalu...........MATI......
JERITAN KEMISKINAN
1 OKTOBER 2010
AWA MANSUETUS.....
yg ada seringai buas dosa mengancam,
riaknya menghujat yg namanya damai..
itu kubangan yg ada hanya darah dan air mata
seribu nasib dalam satu genggaman...
saat terbuka, disapu angin tak berbekas....
jutaan tangis merana....
menangkap waktu, menanti jawab....
itu langit....
itu bumi....
setengah kami tertidur pulas.....
membawa lapar, membawa dahaga...
ke dalam mimpi...yg selalu mendesing....
hari - hari...satu - satu.....
satu mayat...mungkin sejuta....tergeletak...
karena mengiba..
karena meminta......
tak di beri lalu...........MATI......
JERITAN KEMISKINAN
1 OKTOBER 2010
AWA MANSUETUS.....
ku rindu dirimu
kurindu dirimu........saat malam merenda waktu,
seribu kenangan tercipta antara kita, kini hanya kebekuan dalam dekapan....
kehangatan hanya sekilas berlalu....
karena aku rindu....
ada gema dalam hati, pantulkan desiran ombak buzi...
dan ada canda terngiang di telinga sanubari meninggalkan jejak kasih sayang di pasir putih waekoe....
aku bukannya tanpa sesal, sesal ini kan berlari menjauh...
menjauhkan kenangan bebatuan pantau utaseko.....
dan malam syahdu di batu bersusun..........
hinnga sore itu kita berpisah....
untukmu sesalku....
untukku sesalku...
untuk malam aku bersyair...
untuk pagi aku berlagu....
karena kau kurindu.....
dark room...midnight,,,juma'd 1 oktober 2010.....
seribu kenangan tercipta antara kita, kini hanya kebekuan dalam dekapan....
kehangatan hanya sekilas berlalu....
karena aku rindu....
ada gema dalam hati, pantulkan desiran ombak buzi...
dan ada canda terngiang di telinga sanubari meninggalkan jejak kasih sayang di pasir putih waekoe....
aku bukannya tanpa sesal, sesal ini kan berlari menjauh...
menjauhkan kenangan bebatuan pantau utaseko.....
dan malam syahdu di batu bersusun..........
hinnga sore itu kita berpisah....
untukmu sesalku....
untukku sesalku...
untuk malam aku bersyair...
untuk pagi aku berlagu....
karena kau kurindu.....
dark room...midnight,,,juma'd 1 oktober 2010.....
Syair Rindu Yang Terpenggal........
Sabtu sore
MATER BONI CONSILI CURCH.......
Akhir Oktober 2010.....
Swara Lonceng Bertalu Memanggil....
Buyarkan Mimpi Putra Kelana...
Ada Rindu Bergelayut dalam Bahana Swara Genta......
Rindu Bertelut di haribaanMU
Ringan Kaki Melangkah...
Tiba di Gerbang-Mu ada haru meresap di kalbu.....
Engkau Menyapa Dengan Kelembutan "Kemarilah"
Bening Kristal Air Mata Menyusuri Kegersangan Hati...Ada Damai Hari Ini.....
My Lord Kepada-Mu keluh kesah ini....kepada-MU semua Dosaku...Ku Mohon Ampun...
Betapa Aku Rindu......
Rindu Kepada Kekasih Hati......
Rindu Membelai Dengan Kehangatan.......
Aku Tak Bisa Berpaling...ya Yang Maha Mengatur.....
Engkau Ciptakan Dia Menjadi Separuh Nafasku.........
Aku Tak Kuasa Berpaling..........
Dan Kepada-MU aku menghiba.....
"Tautkan Kembali Kami Berdua" dalam satu cintaMU...Amin....
Tuhan...Berilah Aku Satu Kesempatan Saja....
Untuk mendedikasikan Cinta di Hatiku...!!!!
Senin, 15 Agustus 2011
Surat Buat Kekasih
Akhirnya tiba juga ujung dari cerita,
akhirnya tiba juga aku di pelupuk duka,
ternyata aku yang harus pergi,
...bukan untuk di kenang......
Kerelaan hati yang tertancap di pijakan bekas basah tanah ternoda berucap,
meski berat,aku menyeretnya langkah - langkah sore yang terjejal di antara mulut gua berlumut penuh kebencian.
Aku tak akan menangis, pun jua meratap,
lelehan bening - bening saljuku telah mencair,
sekembalinya dirimu dari bilik berbatu - batu,
hingga terperdaya aku mengejarnya.
dan akhirnya inilah akhir dari segalanya,
ku memang harus terlelap sementara.
namun ..sayang...aku harus terjaga,
untuk ku lanjutkan perjalanan hidup yang sempat tertunda,
oleh buaian - buaian mimpi sesaat.
Aku tak pernah meragukanmu,
pula tak pernah menyimpan bibit - bibit benci di semai - semai hatiku,
aku ikhlas menjalani mimpi ini bersamamu,
tapi sayang, aku harus terbangun,
aku harus merenda lagi jaring - jaring benang sutra takdir yg pernah kuceritakan tempo hari kepadamu
Aku harus pergi sebab gunaku telah purna, dan wajibku telah musnah,
tak akan kuberikan lagi hati ini untuk disinggahi,
tak akan kuberikan lagi tangan ini untuk digenggami,
takan kuberikan harapan ini untuk siapapun,
Maafkan aku sayang ,
jalan di antara kelokan bukit itu,
telah mencabangkan kita, disini kita berpisah.
Aku tak ingin di kenang ataupun di riwayatkan,
sebab aku hanyalah teman, dikala sepi menderamu,
aku hanyalah lentera, di kala gulita menghitamkan jalanmu
,aku tak pantas untuk kau puja,
aku hanyalah sepenggal kisah,yang akan pergi di antara bahagiamu,
Langganan:
Postingan (Atom)
